4 Pilar Memanah Horsebow Serta Prinsip dan Sifat Yang Harus Dimiliki Pemanah

Prinsip Memanah
Empat prinsip memanah menurut ABU-HĀSHIM AL-MĀWARDI:
  1. menggenggam ( qabḍah ),
  2. mengepal ( qaflah ),
  3. membidik ( i’timad ), dan
  4. melepaskan ( iflāt ) [13] .
Menurut Ṭāhir al-Balkhi prinsip – prinsip memanah ada lima:
  1. pegang, mengepal, bidik, nocking ( tafwīq ), dan melepaskan.
Sedangkan Isḥāq al-Ragqi mengatakan bahwa ada sepuluh prinsip memanah:
  1. berdiri terhadap target secara miring (obliquely) sehingga sejajar dengan mata kiri,
  2. menguatkan,
  3. nocking,
  4. mengepal,
  5. mennggenggam,
  6. membidik,
  7. drawing di mulut,
  8. membawa panah ke penghentian di antara keduanya buku-buku jari jempol kiri,
  9. loosing/melepaskan, dan
  10. membuka tangan.
Abu-Ja’far Muhammad ibn-al-Ḥasan al-Harawi [putra Hasan yang berasal dari Herat di Afghanistan] menyatakan bahwa prinsip-prinsip memanah ada tujuh:
  1. menguatkan,
  2. mencekek,
  3. mengepal,
  4. menggenggam,
  5. menarik,
  6. membidik, dan
  7. lepaskan/release
Beberapa mengatakan bahwa prinsipnya ada empat:
  1. pegang,
  2. kunci dengan enam puluh tiga,
  3. bidik, dan
  4. lepaskan / release
Cabang dari Prinsip-prinsip diatas pemanah juga harus memiliki pengetahuan tentang sembilan hal:
  1. menarik/drawing secara merata dan mantap,
  2. kapasitas busur,
  3. kapasitas tali,
  4. kapasitas nock anak panah pada tali,
  5. kapasitas anak panah,
  6. gips dari busur,
  7. kemampuan untuk menembak sambil bersenjata dan pelindung lengkap,
  8. keahlian menembak yang akurat, dan menimbulkan kerusakan karenanya.
Sifat Memanah
Selain prinsip-prinsip dan cabang-cabang ini, seorang pemanah membutuhkan dua sifat:
  1. kehati-hatian dan
  2. kesabaran
4 Pilar Memanah
Memanah bersandar pada empat pilar:
  1. kecepatan,
  2. kekuatan,
  3. ketepatan, dan
  4. kepedulian dalam pertahanan diri.

Tanpa keempat pilar ini pemanah bisa binasa. Jika dia kurang kecepatan dan lambat dalam menembak, lawannya akan menghancurkannya sebelum dia bisa melakukan apa saja. Untuk alasan ini beberapa pemanah terbiasa membuat anak panah mereka memiliki dua nocks, satu melintasi yang lain. Ini memungkinkan mereka untuk memastikan kecepatan dalam nocking dan penembakan.

 

Jika panah pemanah tidak kuat dan tidak menembus, musuh akan mengalihkan mereka dengan perisai. Demikian pula, jika ia kurang akurat dalam keahlian memanahnya, lawannya akan menahannya dengan jijik dan akan dengan mudah mengatasinya. Akhirnya, jika dia tidak bisa membela diri dengan baik, musuhnya akan menjatuhkannya. Keempat hal ini sangat diperlukan bagi pemanah seperti halnya empat hal berikut untuk memanah:

  1. pemanah,
  2. busur,
  3. tali/string, dan
  4. anak panah

 

(M.S Hasibuan)

Sumber : Kitab Arab Archery

Baca juga :

3 Imam Panahan di Dalam Kitab Arab Archery
Nama dan Nomenklatur Busur Arab Serta Bagian – Bagiannya Part 2 (Arab Archery)
Nama dan Nomenklatur Busur Arab Serta Bagian – Bagiannya Part 1 (Arab Archery)
2 JENIS BUSUR PANAH DALAM KITAB ARAB ARCHERY

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *