PENTING !!! Adab Memanah Menurut Imam Ibnu Qoyim Al Jauziyah Yang Harus di Pegang Teguh

Sebelumnya admin khatra.com ingin megucapkan terimakasih banyak kepada Habib Nizam Al Qodirie karena sudah  mengizinkan admin untuk menampilkan tulisan beliau yang mana tulisan ini beliau posting beliau di FB nya dengan judul  Adab Memanah Menurut Imam Ibnu Qoyim Al Jauziyah Yang Harus di Pegang Teguh (part 1) dan Adab Memanah Menurut Imam Ibnu Qoyim Al Jauziyah Yang Harus di Pegang Teguh (part 2). Tulisan ini merupakan terjemahan dari kitab furusiyah muhammadiyah karangan imam Ibnu Qoyim Al Jauziyah yang di terjemahkan oleh : Al Habib Qory Aafrizan Al khered. Semoga Allah Membalas kebaikan belaiau-beliau dengan Kebaikan. 

Adab Memanah Menurut Imam Ibnu Qoyim Al Jauziyah Yang Harus di Pegang Teguh

Imam Ibn Qoyim mengatakan bahwa para Malaikat tidak pernah menghadiri permainan apapun kecuali memanah maka sebaiknya para pemanah harus mengetahui kedudukan makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mulia ini. mereka harus menempatkan para malaikat tersebut seperti kedudukan tamu-tamu yang datang. Orang mulia akan memualiakan tamunya, sedangkan orang yang hina akan memperlakukan tamunya dengan perlakuan yang tidak layak.

Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “barang siapa yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hari akhir maka hendaklah memuliakan tamunya”

Selayaknya bagi orang yang berakal untuk menganggap kepergiannya ke tempat latihan memanah seperti kepergiannya menuju masjid, berkumpul dengan orang orang yang berada disana seperti berkumpul dengam para tokoh dikalangan manusia, bergaullah dengan mereka dengan akhlak yang baik.

Para pemanah tidak boleh menganggap kepergiannya ketempat latihan sebagai bentuk permainan yang sia-sia, atau kesenangan yang menghabiskan waktu. Justru dia harus menganggap kepergiannya seperti keberangkatannya untuk mencari ilmu.

Hendaklah pemanah pergi dalam keadaan berwudhu, disertai hati yang selalu mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mendatangi tempat memanah dengan tujuan ingin menghampiri salah satu dari taman taman surga. Maka dari itu , seorang pemanah harus bersikap tenang dan merendahkan hati.

Apabila pemanah telah sampai ke tempat latihan yang dituju, maka memasuki tempat tersebut dengan adab dan mengucapkan salam, kemudian meletakkan peralatannya dan sebaiknya mengerjakan sholat 2 rakaat. Sholat tersebut bukanlah sholat untuk menghormati tanah tempat latihan, akan tetapi sholat tersebut sebgai kunci keberuntungan dan ketepatan mengenai sasaran (sholat hajat). Urusan apa saja, jika dimulai dengan sholat maka akan selalu mendatangkan keberuntungan.

Seusai shalat berdoa kepada allah Subhanahu wa Ta’ala, meminta pentunjuk serta anak panah yang lurus mengenai sasaran. terdapat suatu riwayat, Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda kepada Ali bin abi thalib : “wahai Ali mintalah kepada allah Subhanahu wa Ta’ala petunjuk dan kelurusan! dan sebutlah dalam doa tersebut, petunjuk pada jalan yang lurus. dan sebutlah dalam kelurusan tersebut , lurusnya tembakan anak panah”

Sebelum latihan, hendaknya pemanah mengeluarkan busur dan menelitinya. setelah memasang talinya, kemudian memeriksa dan melihat keadaan. Siyah dan sendi-sendi busurnya. Jika semuanya dalam keadaan lurus, maka siap memulai panahan. namun jika dalam keadaan bengkok atau tidak seimbang, Hendaknya tidak digunakan.

Selanjutnya adalah menyeleksi anak panah yang layak ditembakkan dan memeriksa anak panah yang hendak dilepas, dengan cara meletakkan jempol tangan pada ujung anak panah, kemudian anak panah ditarik perlahan-lahan menuju pangkalnya mengikuti alur bentuknya yang memanjang supaya dapat di ketahui bagian yang retak, pecah dan yang bengkok.

Apabila salah satu teman telah melepaskan anak panah, maka jangan sekali-kali mencela mengkritik ataupun menertwakannya jika tembakannya meleset. Karena sifat tersebut termasuk sikap orang orang rendahan, yang memiliki sifat sepeti ini jarang sekali beruntung. Barang siapa yang mencela atau menertawakan orang lain, suatu saat dia pasti akan di cela atau ditertawakan. Barangsiapa yang mempermalukan saudaranya karena perbuatan tertentu, maka suatu saat diakan diuji dengan perbuatan itu dan dia akan di permalukan.

Kemudian janganlah iri jika tembakan saudaramu bisa mengenai sasaran, dan jangan meremehkannya dengan mengatakan dalam hati “tembakan tadi hanyalah kebetulan” atau semua perkataan yang mengandung pelecehan kepada saudara muslim.

Apabila saudaramu memanah, janganlah menatapnya dengan tajam, karena hal tersebut dapat mengusiknya , dan hati serta konsentrasinya akan terganggu. Sebaiknya para pemanah mengeluarkan dari perlombaan atau tempat latihan, orang-orang yang memiliki sifat tercela yang telah disebutkan diatas. Jika di biarkan, maka bahayanya akan kembali kepada mereka semua.

Apabila engkau telah mendapatkan giliran untuk menembak maka berdiri dan singsingkanlah lengan bajumu, kemudian bacalah basmallah, peganglah anak panah dengan tangan kanan. dan busur dengan tangan kiri, berdirilah ditempat yang telah ditentukan dengan adab dan tata krama yang baik dalam keadaan merendahkan hati, menundukaan kepala, disertai dengan wajah berseri-seri. Bersikaplah santai , dan mintalah pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dialah Dzat yang memilik kekuatan, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menolongmu dengan kekuatan dan ketepatan mengenai sasaran.

Letakkanlah anak-anak panah diantara kedua kakimu dan letakkan siyah bagian bawah busurmu ke tanah dan bagian atas dekat dengan dadamu. Kemudian ambilah anak panah , putarlah dengan menggunakan jempolmu, peganglah busur dengan tenang, pasanglah anak panah pada tali busur dengan baik, pastikan anak panah berada di tengah-tengah busur kemudian tariklah. Jika anak panahmu telah sampai batas tarikannya, maka diamlah sejenak , kemudian lepaskanlah.

Apabila anak panahmu meluncur, maka perhatikanlah dimana anak panah tersebut menancap. jika anak panah melaju lurus, maka pertahankanlah teknik dan sikap yang telah engkau gunakan tersebut. Gunakanlah sikap dan teknik tersebut setiap kali engkau memanah. Jika anak panah keluar menyamping kearah kanan atau kiri target, menukik keatas atau kebawah, maka pikirkanlah penyebab itu semua apakah penyebabnya datang dari busur, tali busur/string, anak panah, atau dari angin? atau dari kesalahan teknik memanah itu sendiri, mungkin dari cara memegang busur, mengunci, melepas, atau membidik.

Jangan sekali kali engkau lupa membaca basmalah dalam setiap tembakanmu. Jika tembakanmu tepat mengenai sasaran , maka katakanlah ” Alhamdulillah hadha min fadly robby ” segala puji bagi Allah ini adalah anugerah dari rabbku.

Apabila tembakanmu meleset maka jangan lah bersedih dan susah. Jangan mengatakan kata-kata sial dan berptus asa dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. karena tembakan yang meleset dalam olah raga memanah lebih Allah Subhanahu wa Ta’ala cintai dari pada tepat sasaran dalam permainan lain.

Apabila tembakanmu meleset jangan lah mencaci busur atau anak panah serta menyalahkannya, terlebih lagi jika mencaci diri sendiri atau pelatihmu, karena sikap demikian termasuk kedholiman dan memicu permusuhan. Bersabarlah dalam memanah, walaupun tembakannmu sering sekali meleset. tebakanmu yang selalu meleset sebentar lagi akan berubah menjadi selalu tepat bila engkau bersabar. yakinlah , sesungguhnya meleset adalah pendahuluan dari ketepatan dalam tembakan. Sebagaimana kesalahan adalah pendahuluan dari kebaikan.

Dikisahkan : pada suatu hari , ada seorang ulama yang tengah memaparkan satu persoalan agama. pemaparannya tersebut begitu mengena , sehingga orang orang yang hadir berdecak kagum, seraya mengatakan, “demi Allah!, engkau benar” . kemudian ulama itu mengatakan “demi Allah!, tidaklah dikatakan kepadaku kata-kata “engkau benar” kecuali sebelumnya wajahku pernah memerah karena keliru dalam masalah ini berkali-kali”.

Janganlah merasa lemah bila engkau melihat tembakan orang lain selalu mengenai sasaran, sedangkan engkau belum sampai pada derajat itu. Hal demikian bukanlah satu kekurangan, kekurangan yang sesungguhnya adalah jika semangatmu melemah untuk menggapai tingkatan seperti dia. Dan jangan sekali-kali terbesit dalam hatimu untuk mencapai derajat seperti orang yang engkau saksikan. Jika hal itu terbesit dalam hatimu, engkau tidak akan meningkat, karena yang terpenting adalah semangat untuk terus berlatih.

(dari kitab furusiyah muhammadiyah karangan imam ibnu qoyim al jauziyah yang di terjemahkan oleh : al habib qory afrizan al khered)

(Copas dari postingan FB : Habib Nizam Al Qodirie)

Baca Juga :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *